Gunung merbabu

Gunung Merbabu via Selo

Gunung Merbabu favorit para pendaki di pulau jawa, gunung yang terkenal karna keindahan sabananya, dan memiliki dua sabana yang sangat indah. menjadikan gunung ini sebagai favorit para pendaki gunung.

Gunung yang sudah  lama meletus, letusan terakhir pada tahun 1797,di tetapkan sebagai gunung yang tidak aktif lagi. Gunung Ini memiliki daya tarik sendiri bagi para pendaki yang hobby mencari ketenangan di gunung. maklum saja mereka mendaki Bukan hanya ingin menaklukan ketinggian  gunung ini, mereka sebagian hanya ingin menikmati keindahan sabana saja.

Gunung Merbabu mempunyai kawasan Hutan Dipterokarp Atas, Hutan Dipterokarp Bukit, Hutan Montane, dan hutan Ericaceous atau hutan gunung. berikut Jalur yang bisa digunakan untuk Pendakian Gunung Merbabu


Ada 5 Jalur Pendakian Gunung Merbabu :

1. Jalur Selo (Boyolali)

2. Jalur Wekas (Magelang)

3. Jalur Cunthel (Magelang)

4. Jalur Thekelan (Magelang)

5. Jalur Suwanting (Magelang)


Pendakian Gunung Merbabu Via Selo


Lokasi basecamp Selo di boyolali, karna terletak di Boyolali kami harus nyari bus tujuan Boyolali terlebih dahulu. berangkat dari Tangerang tidak susah mencari bus malam tujuan boyolali, banyak bus tujuan boyolali di Terminal Poris. dengan harga tiket 120 ribu. 

Tangerang - Boyolali kami tempuh 12 jam, berangkat magrib, Pagi hari kita sudah sampai di terminal bus tingkir salatiga, selanjutnya naek bus mini dengan rute bus Magelang - Boyolali. bayar 7 ribu minta turun di Polres Selo. dari Polres Selo tidak ada angkutan yang bisa digunakan untuk menuju basecamp dan salah satu cara yang bisa kita pakai adalah dengan naik ojek biaya ojek 15 ribu.

Registrasi dipintu Masuk Taman Nasional Gunung Merbabu 15 ribu. syarat untuk melakukan registrasi bisa gunakan ktp atau kartu pelajar, buat pendataan kalau terjadi kenapa-kenapa saat pendakian.

Sebelum mulai pendakian mampir dulu k.basecamp Pak Parman, basecamp yang paling dikenal jika mendaki lewat jalur selo. sambil sarapan pagi di base camp Pak parman, di cek kembali peralatanya, logistiknya, persediaan air. sangat penting jika mendaki Gunung Merbabu, karna sepanjang jalur tidak ada sumber mata air , dan jangan lupa berdoa sebelum memulai pendakian.

Basecamp - Pos 1 Dok malang



Gerbang Pendakian selo

Dari basecamp perjalanan dimulai melewati Gerbang Pendakian Gunung Merbabu. Setelah itu kita akan berjalan di tengah hutan pinus yang biasanya digunakan sebagai Camping Ground. dari sini jalur pendakian masih terbilang cukup landai dan jelas karena sepanjang jalan menuju Pos 1 terdapat banyak petunjuk arah yang bisa menuntun kita.

Lumayan masih suasana pagi hari, masih sejuk udara sepanjang jalur pendakian, untuk menuju Pos 1 diperlukan waktu sekitar 1:5 jam perjalanan. Tiba Pos 1 berupa sebidang tanah yang bisa kita gunakan untuk mendirikan beberapa buah tenda saja. Pos ini terletak di tengah hutan sehingga pemandangan terhalang oleh pohon-pohon.

Pos 1 - Pos 2 Tikungan macan



Pos 1 - Dok Malang



Setelah melewati Pos 1, jalur pendakian masing landai. dan tidak jauh didepan ada tanjakan yang lumayan terjal tapi aman. karna masih pijakan tanah bukan batuan kerikil. namun jika kondisi hujan pijakan tanah akan licin.

Selepas tanjakan ada pertigaan yang harus diperhatikan jika kita turun malam hari. bisa -bisa kita salah jalur. dari pertigaan sini mulai berkurang pepohonan dan terlihat pemandangan kota. 1 jam kita sudah tiba di Pos 2. berupa tanah datar yang hampir sama dengan pos 1.  Istirahatlah jika kondisi badan merasa lelah.

Pos 2 - Pos 3 Batu tulis (2.593 mdpl)


Lanjut ke Pos 3 Jalur pendakian mulai terbuka dan mulai jarang pohon disini,  dengan jalur yang mulai menanjak. dan sepanjang jalur disebelah kanan akan disuguhi pemandangan lembah yang lumayan indah,  karna lembah tersebut ditumbuhi edelweis. 

Jarak dari Pos 2 - Pos 3 tidak terlalu jauh hanya sekitar 45 menit kita sudah sampai dipos 3 berupa tanah datar yang cukup luas. Di pos ini pendaki bisa mendirikan banyak tenda. disini lumayan ramai warna warni tenda menghiasi pos 3.


Pos - 3 Batu Tulis

Pos - 3 Batu Tulis



Pos 3 - Pos 4 atau Sabana 1 (2.770 mdpl)


Setelah melihat lahan pos 3 tidak bagus buat mendirikan tenda, meski banyak lahan kosong dan tanah datar. bahaya sekali mendirikan tenda disini. karna lahan yang terbuka sekali, sehingga angin akan berasa berhembus kencang ketika menerpa tenda. lebih baik cari yang ada pepehonan. 

Jalur menuju pos 4 bisa dibilang lumayan menguras tenaga, lebih banyak menanjak dan ada seutas tali sebagai pegangan. jalur yang dilewati berupa tanah merah yang sangat berdebu ketika musim kemarau dan pasti sangat licin ketika hujan. 

Banyak percabangan di sepanjang jalan, tapi semua akan kembali mejadi satu. ambil jalur kiri aja bila ada percabangan kebanyakan pendaki lain juga memilih jalur kiri, karna lebih jelas jalanya. setelah melewati tanjakan nikmati pemandangan si merapi yang nampak mengeluarkan asap putih.


View merapi



Sekitar  1 jam perjalanan, kita sudah sampai di sabana 1 atau bisa di sebut Pos 4. Ladang luas hamparan rumput hijau menghiasi sabana 1. disini banyak juga pendaki yang mendirikan tenda. jika kalian camp disini Perhatikan Papan Peringatan di sabana 1 ia, dilarang keras membakar apapun tanpa terkecuali. 


Sabana 1



Pos 4 - Pos 5  atau Sabana II 

Ladang luas sabana I temani perjalanan menuju sabana II, dengan kondisi jalur yang landai dan terbuka luas. tak ada pohon dijalur ini, seperti matahari pas berada di atas kepala kami. berasa panas sekali sepanjang jalur menuju sabana II. "buat kalian yang ingin melewati jalur sabana siang hari, sedia topi rimba supaya melindungi kepala kalian dari sinar matahari langsung".


View Sabana I


Selepas jalan landai didepan kita harus melewati tanjakan terlebih dahulu sebelum sampai disabana II. lumayan menguras tenaga, tanjakannya membuat lutut dan wajah selalu bertemu.  sekitar 1 jam sudah sampai di sabana II.

Melihat kondisi yang wanita pada kelelahan kami memutuskan mendirikan tenda di sabana 2. Pilih tempat yang aman Saat mendirikan tenda, pilih yang terlindungi oleh pohon atau semak-semak supaya terhindar dari terpaan angin gunung secara langsung.

Pemandangan savana yang luas memanjakan mata kami, pesona sabana II begitu indah,saat melihat pertama saya langsung kagum akan keindahan gunung ini. 


Sabana II

Sabana II

Sabana II

Sabana II



Sabana II - Watu lumpang


Setelah mendirikan tenda dan makan, sebagian lanjut perjalanan menuju Puncak Trianggulasi. dengan pertimbangan tidak mengajak wanita, hanya berdua kami melanjutkan kepuncak. dengan membawa logistik  secukupnya, jangan lupa jas ujan, dan p3k di daypack.

jalur menuju watu lumpang landai dan terbuka, sekitar 30 menit kita tiba di Watu Lumpang, Pos terakhir sebelum puncak trianggulasi.


Watu Lumpang



Dari petunjuk menuju puncak hanya 35 menit, itu bohong banget ... nyatanya kami 45 menit lebih lambat, kondisi jalur menanjak bisa dbilang ini tanjakan paling ekstrem dimerbabu, lebih parah dari tanjakan sebelumnya, bentar- bentar kami berenti buat tarik nafas dan minum. sepanjang jalur menuju puncak dipakai buat rest dadakan.

Puncak Trianggulasi 3.142 mdpl.


Ditengah jalur menuju puncak akan terbelah menjadi 2 jalur, yang kanan menuju puncak kenteng songo,  yang lurus ke puncak trianggulasi, gunung merbabu punyai 3 puncak, puncak trianggulasi, puncak kenteng songo, dan puncak syarif. 



Puncak Trianggulasi

Puncak Trianggulasi

Puncak Trianggulasi

Puncak Trianggulasi






Estimasi waktu pendakian Gunung Merbabu via Selo :

Basecamp – Pos I (1,5 jam)
Pos I – Pos II (1 jam)
Pos II – Pos 3 (45 menit)
Pos 3 – Sabana I (50 menit)
Sabana I – Sabana II (1 jam)
Sabana II – Watu Lumpang  (30 menit)
Watu lumpang - Puncak Trianggulasi (45 menit)

Total = 6 jam 30 menit sampai di Puncak Merbabu.


Tips Mendaki Gunung Merbabu

  • Cari informasi Gunung merbabu via selo.
  • Pilih jalur umum yang sering dilewati pendaki lain.
  • Olahraga seminggu sebelum pandakian.
  • Periksa kembali perlengkapan sebelum pendakian.
  • Persiapan logistik dengan baik.
  • Lakukan registrasi dipintu masuk pendakian
  • Jangan melanjutkan perjalanan ketika salah 1 kelompok ada yang sakit. Bila sakit makin parah minta pertolongan dengan kelompok lain.
  • Dirikan tenda ditempat yang banyak pohonnya. supaya tidak kena terpaan angin langsung.  salam mdpl.















Pengalaman Mendaki Gunung Sumbing

Ada 3 jalur pendakian Gunung Sumbing yaitu Jalur Garung, jalur Cepit Parakan, jalur Butuh Kaliangkrik. Jalur favorit Pendaki ialah jalur Garung.

Gunung sumbing ketinggian 3.371 mdpl (meter diatas permukaan laut) yang terletak diTiga kota dijawa, Wonosobo, Temanggung, Magelang. Tipe Gunung berapi stratovolcano, Letusan terakhir tidak diketahui pasti kapan meletus, tetapi dipuncak gunung masih terdapat kawah yang masih aktif.

Sumbing memiliki 2 puncak, Puncak Buntu (3362 mdpl) dan Puncak Sejati (3371mdpl). View gunung lain dari puncak ialah Gunung Sindoro, Merapi, Merbabu, Slamet, Ungaran, dan Lawu. Kondisi gunung memiliki kawah, hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous, bukit, medan terjal dan bebatuan, tidak ada sumber mata air. masih kental dengan tradisi dan budaya . 

Pendakian Via Garung Lama



Pendakian bersama Petani Adventure


Open trip PETANI Adv kali ini kami memilih Gunung sumbing karna banyak reques dibasecamp Petani. Pendakian kami pilih jalur Garung karna sebagian dari kami sudah pernah kesini, aman kami rasa karna sudah tau jalur dan kondisi. berangkat dari tangerang jam 21:00 wib. Tiba dibasecamp garung Jam 15:00 wib. lumayan lama didalam bus 18 jam. maklum macet parah. mulai star mendaki dari base camp pukul 17:00 wib.  

Dari basecamp jalur pendakian ke pos 1 berupa jalan aspal menuju ke area ladang penduduk. Sampai di area ladang penduduk yang ditanami tembakau, jalur berubah jadi makadam atau batu yang tersusun rapi dengan trek yang cukup landai. Waktu tempuh dari basecamp menuju pos 1 sekitar 2 jam dengan berjalan kaki.

Baca Juga : Info Pendakian Gunung Slamet Via Bambangan

Untuk menghemat tenaga ada alternatif lain yaitu dengan naik ojek dari basecamp dengan ongkos sekitar 25 ribu. Hal ini dimaksudkan untuk menghemat tenaga karena trek selepas pos 1 akan semakin terjal dan sulit. dan kami semua memilih berjalan dari basecamp sampai ke Pos 1.

Pos 1 (Malim)


Tiba pukul 19.00 dipos 1 malim, kami beristirahat sejenak, sambil meluruskan kaki dan makan cemilan yang kami bawah. sambil menghibur 1 sama laen yang sudah terlihat kelelahan. maklum lelah kami karna seharian didalem mobil.

Lanjut kembali menuju pos 2 genus yang jalur pendakian didominasi berupa tanah padat yang cukup nyaman meskipun jalurnya sedikit nanjak tapi masih dalam hal yang wajar bagi kalangan pendaki terdapat banyak percabangan dijalur ini namun tetap menjadi 1 jalur. diperlukan waktu 1 1/2 jam dari pos 1 sampai kepos 2 genus.

Pos 2 (Genus)


Pos 2 berupa tanah lapang yang bisa menampung sekitar 3 tenda. terpaksa pos 2 hanya kami lewati karna tidak cukup banyak menampung tenda lagi. mengingat kami membawa 6 tenda. kondisi yang lain juga masih pada kuat untuk melanjutkan kepos 3. dan lanjut kepos 3 dengah menempuh sekitar 2 jam perjalanan terbilang melelahkan karna jalan lebih banyak menanjak. selama perjalanan kepos 3 tidak menemukan jalur yang landai, lebih banyak melihat ketas.


 Pos 3 (Seduplak roto)


Tiba dipos 3 kami memilih beristirahat dan cek kondisi yang lain, apa masih pada kuat apa harus sebagian ngecamp disini. ternyata wanita yang ikut lumayan strong, masih kuat buat melanjutkan ke pos 4, istirahat 30 menit buat mengisi perut dan melihat jam sudah pukul 12 malam, dengan udara dingin kami bongkar logistik, bikin minuman yang bisa menghangatkan tubuh, bikin teh cara yang baik buat menghangatkan badan sambil makan roti gandum.

Meski lahan pos 3 terbilang lebih luas dibanding pos 2 tapi apa dikata sudah penuh tenda pendaki lain tidak memungkin buat pasang tenda.

Terasa dingin seluruh tubuh ini, mungkin karna kelamaan berdiam diri, dan kami memutuskan melanjutkan kepos 4 pestan. dengan pertimbangan kalau ada tempat buat ngecamp langsung buat tenda. dan setau teman kami pestan memiliki tempat yang luas dan terbuka, jarang ada pohon terlalu sering terjadi angin besar atau badai.

Sampai pestan,kami melihat pohon bergoyang kencang kami semua disambut angin besar bisa dibilang badai, jarak pandang terbatas karna debu muter mengikuti angin kencang dan kami semua memutuskan berhenti menunggu kondisi aman, sambil cek kondisi yang laen, dan kami memutuskan pasang tenda dibawah pestan. dengan kondisi kontur tanah sidikit miring dan masih ada sisa bekas kebakaran,tapi tak apa-apa yang penting istirahat. mengingat jam sudah pukul 03:00 pagi.

Bangun pukul 07:00. kami sarapan pagi dulu sebelum melanjutkan kepuncak. jam 8 mulai persiapan kepuncak, dengan membawa logistik,jas hujan, p3k dan air yg banyak mengingat puncak masih jauh. semua peralatan berat kami tinggalkan didalem tenda. tapi ada beberapa orang tidak muncak dan memilih jagain tenda. jadi aman saat kami tinggal muncak.


Sebelum berangkat muncak




Kami mulai pendakian menuju puncak. Setelah beberapa menit kami sampai di Pestan. Pestan merupakan tempat terbuka yang luas. walaupun banyak yang mengatakan mendirikan tenda di Pestan beresiko karena sering terkena badai tapi banyak juga tenda yang terpasang di Pestan.


Pos 4 (Pestan)


Pestan jalur yang cukup gersang dan debu beterbangan sehabis diijak pendaki lain ditambah tiupan angin yang bikin mata iritasi karna anging becampur debu. meski duff kami pakai debunya masih berasa.

Jalur Pestan

Jalur Kepasar Watu

Jalur kepasar watu




Sekitar 2 jam menuju Pos 5 pasar watu, dan mulai keliatan fisik yang lain mulai pada down. karna panasnya matahari yang tepat diatas kepala kami. tidak ada pohon yang bisa buat berlindung dari teriknya matahari.

Baca Juga : Info Pendakian Gunung Merbabu Via Selo

Selama masih persedian logistik dan air mencukupi kami memutuskan melanjutkan sampai kepasar watu, dan sebagian lagi kembali ketenda karna tidak kuat dengan panasnya matahari. Pilihan yang baik kembali ketenda ,jangan maksain kepuncak kalau situasi dan kondisi tidak memungkinkan.


Pos 5 (Pasar watu)


Tiba di pasar watu 11:00 siang, yang kami liat puncak masih jauh. bikin lemes kaki apa lagi kami harus turun memutari batu besar atau tebing untuk kepuncak. kami harus berhati-hati memutari karna sedikit terjal kontur tanahnya. tapi hanya 30 Menit kami sudah tiba di Watu kotak


Pos 6 (Watu kotak)



Watu Kotak




Pos watu kotak pas dibawah batu besar atau tebing yang kami putari, ada yang pasang tenda pas diwatu kotak. Biasanya para pendaki mendirikan camp dipos terakhir sebelum puncak dan summit attack pada dini hari. Namun perlu diketahui bahwa untuk ngecamp di watu kotak sangat terbatas, jadi jangan sampai tidak kebagian tempat.

Menuju puncak "Penderitaan" itulah satu kata yang patut dalam pendakian menuju puncak . Tak hanya sampai di watu kotak, menuju puncak pun jalur pendakian masih sangat berat, menanjak dan semakin menjadi-jadi. Tanjakannya mebuat lutut dan wajah selalu bertemu. Jalur pendakiannya masih berupa batu-batu besar dengan tanjakan sangat terjal.

Dibutuhkan waktu sekitar 1 1/2 jam untuk sampai dipuncak. dan akhirnya kami tiba dipuncak buntu pukul 12:30 wib. bahagianya kami tiba dipuncak buntu, dan langsung mencari plat sumbing tapi tak ketemu. karna plat sumbing nya ada dipuncak sejati sekitar 15 menit lagi. udah kecapean kalau harus naik lagi. terpaksa minjem plat sumbing sama kelompok lain. dibanding harus kepuncak sejatinya. 



Puncak buntu

Puncak buntu

Puncak buntu

Puncak buntu

Puncak buntu



Setelah puas menikmati pemandang puncak dan berpoto ria kami memutuskan turun. hanya 30 menit kami dipuncak sana. perbekalan kami habis semua, hanya tersisa air sebotol buat turun. air juga diutamakan buat 3 wanita, hanya 3 wanita yang sampai puncak 2 lagi memilih balik ketenda.

Perjalanan turun sedikit lebih cepat dibanding menanjak, tapi tetap berhati-hati demi keselamatan. kami hanya 2 1/2 jam sudah sampai ketenda sekitar pukul 4 kurang sampai tenda. sampai ditenda kami langsung makan, makanan sudah disiapkan teman kami yang menunggu ditenda.
Setelah makan selesai kami segera packing dan memutuskan untuk turun . sebelum turun kami berfoto dulu.
Keluarga besar PETANI Adv.



Sekitar 4 jam kami turun dan sampai kebase camp sumbing jam 22.00 wib. dan sebelum masuk bus kami salin terlebih dahulu dibasecamp. Bagimana tertarik kalian mendaki gunung sumbing, semoga pengalaman bermanfaat buat pendaki lain.

Ada tips ini buat yang ingin mendaki semoga bermanfaat.


Tips Pendakian


  • Pilihlah hari yang bagus untuk mendaki, usahakan jangan waktu hujan.
  • Latihan fisik seminggu sebelum hari keberangkatan.
  • Persiapan peralatan mendaki dengan baik dan benar.
  • Dirikan tenda di tempat yang datar dan usahakan diselimuti pohon atau semak supaya tidak terkena angin gunung langsung.
  • siapakan logistik dan air yang banyak, karna selama pendakian tidak ada sumber mata air.
  • Puncak bukan tujuan pendakian, Jika ada anggota kelompok yang tidak bisa melanjutkan perjalanan sebaiknya ditemani. Atau jika sakit parah langsung beritahu dengan kelompok lain.
  • Bawa kembali sampahnya !
  • info lengkap, mendaki gunung untuk pemula

Salam Mdpl ....






Gunung Slamet

Pendakian via Bambangan favorit Menapaki Gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa Gunung Slamet 3.428 mdpl (Meter diatas Permukaan Laut). Gunung Slamet merupakan salah satu gunung berapi aktif di indonesia. Dengan ketinggian 3.428 mdpl, Gunung slamet merupakan gunung tertinggi ke-2 di Pulau jawa setelah Gunung Semeru, serta merupakan gunung tertinggi dijawa tengah. Gunung ini mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Atas, Dipterokarp Bukit hutan Montana, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Gunung ini dikenal angker bagi masyarakat maupun kalangan pendaki. meski begitu, pemandangan indah dan trek yang menantang tidak menyurutkan nyali pendaki untuk menginjakkan kaki di tanah Jawa Tengah tersebut.

Terletak diantara 5 Kabupaten, yaitu kabupaten Brebes, Banyumas, Pemalang, Tegal, dan Purbalingga. Setidaknya ada 5 jalur pendakian gunung slamet :

1. Jalur Bambangan - Purbalingga
2. Jalur baturaden - Purwokerto
3. Jalur Guci - Tegal
4. Jalur kaliwadas - Brebes
5. Jalur Dukuhliwung - Tegal

Gunung Slamet memiliki cerita legenda yang turun temurun. Nama slamet diambil dari bahasa Jawa yang artinya selamat. Nama ini diberikan karena dipercaya gunung ini tidak pernah meletus besar dan memberi rasa aman bagi warga sekitar. Menurut kepercayaan warga sekitar, bila Gunung Slamet sampai meletus besar maka Pulau Jawa akan terbelah menjadi dua bagian.

Pendakian via Bambangan 


Pendakian Gunung Slamet via Bambangan merupakan jalur yang paling sering didaki karena merupakan rute terpendek, Banyaknya pendaki yang melewati jalur bambangan, Menjadikan Via Bambangan favorit memulai pendakian. 


Pintu masuk Pendakian via Bambangan



Rute menuju ke basecamp, dari Tanggerang naek bus tujuan Purbalingga lalu turun dipertigaan serayu. Perjalanan disambung dengan mobil bak angkutan pedesaan menuju desa Bambangan, desa terakhir dikaki Gunung Slamet.

Basecamp - Pos 1


Sebelum pandakian kami melakukan pendataan kebasecamp dan dikenakan estimasi Rp.5.000 dapatlah peta dan pengarahan. kami memulai pendakian Jam 7:30 wib. menyusuri perkebunan penduduk dijalan setapak.

Terus ikuti jalan setapak, hingga melewati lapangan bola yang lumayan luas.setelah melewati lapangan , jalur mulai menanjak dan melewati beberapa pedagang yang membuat warung-warung disekitar jalur menuju Pos 1  Sekitar 1,5 jam tiba dipondok Gembirung.

Pos 1 - Pondok Gembirung



Pos 1 - Pos 2


Dari pos 1 perjalanan dilanjutkan memasuki hutan alam yang masih sangat lebat, walau treknya semakin menanjak namun suasana  sangat sejuk karena sinar matahari jarang menembus kanopi hutan hujan tropis ini. alhamdulillah cuaca pendakian masih bersahabat dengan kami.

Setelah berjalan sekitar 1,5 jam kita akan sampai di pos 2 atau sering disebut Pondok Walang. Disini masih ada pedagang makanan yang menjajakan dagangannya dengan meja dan bangku yang terbuat dari kayu dan tanpa atap.

Pedagang disini termasuk pedagang musiman, dan jika menjelang sore pedagang akan pulang. Karena disini tidak ada selter atau bangunan semi permanen seperti di pos 1.

Pos 2 - Pondok Walang



Pos 2 - Pos 3


Pos 2 berada di ketinggian 2.256 mdpl. setelah beristirahat sejenak, kami melanjutkan perjalanan dengan trek yang hampir sama dengan sebelumnya. udara yang sejuk mengiringi pendakian kami. trek masih didominasi vegetasi hutan kanan kiri dengan trek yang tetap menanjak.

setelah berjalan sejam kami memutuskan beristrahat kembali. Supaya tidak menggangu pendaki yang mau lewat sebaiknya beristirahat ditempat datar,dan cukup luas buat selonjorin kaki.


Jalur Pos 2 - Pos 3


Tak lama kami melanjutkan perjalanan, sekitar setegah jam kami tiba di Pos 3, dimana masih
ada satu pedagang yang membuka lapak sederhana hanya menggelar tikar dari terpal dan atapnya pun juga dari terpal.

Pos 3 - Pondok Cemara



Pos 3 - Pos 4


Tiba dipos 3 hujan pun datang, segera kami pasang plesit. buat tenda darurat sambil menunggu hujan berenti kami membuka logistik yang ada dicarier kita, bagi kalian yang males bongkar logistik bisa mampir kepedagang. ada gorengan, buah-buahan, minuman hangat pun tersedia gimana selera perut kalian aja.


Pos 3 - Makan siang menjelang sore 

Pos 3 - Makan siang menjelang sore 



Bertanya kepada pendaki yang turun, info dipos 5 penuh buat mendirikan tenda. kami langsung memutuskan tidak  melanjutkan perjalanan.  lebih baik bongkar tenda dipos 3. mengingat pos 4 juga tidak ada pendaki yg berani mendirikan  tenda. banyak mitos-mitos tidak baiknya dipos 4 alias terkenal angker.

Kami melanjutkan keesokan harinya, pagi hari bangun jam 03:30 wib. jam 04:00 attack summit di mulai bawa logistik seperlunya, hand lamp, P3k dan jas hujan jangan sampe lupa.

Pos 4 - Pos 5


Hanya 25 menit sudah tiba dipos 4. pas melintas dipos 4 benar saja tidak ada pendaki yang mendirikan tenda disini. Pos ini diberi nama Samaranthu.

Jarak pos selanjutnya tidak begitu jauh, pos 5 hanya setengah jam dari pos 4. dipos 5 begitu ramai banyak tenda terpasang maklum dipos 5 lahan yang luas,ada sumber mata air dan ada shelter juga, jadi pendaki banyak yg mendirikan tenda disini.

Pos 5 - Pos 6


Jalur ke pos 6 batas vegetasi mulai berkurang, dan jarak yg tidak begitu jauh 15 menit kita sudah sampai ke pos 6 (samyang rangkah). berupa tanah datar sempit yang ada dijalur pendakian, berasa dingin sekali karena hembusan angin langsung menerpa ke tubuh kami.

Pos 6 - Pos 7


Hutan lamtoro menyambut kami, Pohon yang kering atau mati jadi pemandangan kami dan sunrise sebagai bonus memanjakan mata kami. langsung kami abadikan pemandangan yang indah ini.



Hutan lamtoro


Setelah melewati lamtoro didepan jalur yang mulai sempit seperti lorong dengan tanah yang labil  dan bebatuan disetiap lorong. licin bebatuan ketika diinjak, hati hati jika melintas jalur ini. dan tidak lama akan tiba di pos 7 .

Pos 7 - Plawangan


Pos 7 - Samyang jampang, merupakan tempat favorit untuk camp sebelum attack summit ke puncak gunung slamet, karena lokasinya yang pas sekaligus terdapat shelter untuk bermalam dan juga beberapa tempat datar untuk mendirikan tempat meski tak seluas pos 5. terlihat pemandangan deretan gunung sindoro dan sumbing


View Samyang Jampang 



Terlihat pemandangan deretan gunung sindoro dan sumbing.  Menuju ke plawangan, jalur akan menanjak dan terbuka kerena sudah keluar hutan hingga sampai di batas vegetasi.

Plawangan - Puncak Gunung Slamet


Plawangan

Pos 9 adalah pos terakhir yang ditandai dengan Plang Warna Merah. Selepas dari batas vegetasi, jalur menuju puncak gunung slamet semakin ekstrem dan menantang, Jalur pendakin yang dilalui cukup terjal yang bebatuan merah dari krikil krikil tajam dan batuan yang labil. hati hati dalam pijakan rawan jatuh dan longsor di sepanjang jalur pendakian.

Treck Menuju Puncak 
  

Nafas pun berasa kembang kempis, dengkul berasa mau copot. dan menengok kebelakang teman tertinggal jauh banget. bukan egois melainkan kita deadline. segala sesuatu harus diperhitungkan.
Setelah 40 menit baru keliatan semua tertinggal jauh,

Treck Menuju Puncak 

Sekitar pukul 6:45 wib menit sampailah di pertigaan jika ke kanan arah puncak dan turun ke bawah menuju kawah. kami memilih ke puncak lebih dulu, 

Lanjut menuju puncak tertinggi gunung slamet, Puncak surono ditandai dengan Plang puncak dan miniatur wayang bertuliskan "Mt Slamet 3428" dan ada memoriam berbentuk segitiga bertuliskan nama 6 orang pendaki. rasa syukur terucap akhirnya kami dapat menapaki atap tertinggi jawa tengah sekaligus gunung yang begitu megah ini.

Puncak Slamet 3.428 mdpl

Puncak Slamet 3.428 mdpl

Puncak Slamet 3.428 mdpl

Puncak Slamet 3.428 mdpl


Dari plang puncak aroma belerang cukup pekat. bila ingin ke kawah Segoro wedi harus turun menyusuri daerah berpasir menuju kawah. dari bibir kawah akan tampak lubang kawah besar yang menyembulkan gas belerang.


Kawah Segoro wedi


Saya memilih balik ke tenda saja, karna bau belerang yang cukup pekat dan tidak baik buat kesehatan,  memakai buff msih terasa bau belerangnya. tapi masih banyak pendaki yang memilih kekawah Segoro wedi. hati-hati aja bila mendekati kawah .

Estimasi waktu Pendakian :

Base camp - pos 1 : 1 jam 30 menit
Pos 1 - Pos 2 : 1 jam 15 menit
Pos 2 - Pos 3 : 1 jam 30 menit
Pos 3 - Pos 4 : 25 menit
Pos 4 - Pos 5 : 30 menit
Pos 5 - Pos 6 : 15 menit
Pos 6 - Pos 7 : 20 menit
Pos 7 - Plawangan 30 menit
Plawangan - Puncak Gunung Slamet 45 menit

  

Tips Pendakian



  • Pilihlah hari yang bagus untuk mendaki, usahakan jangan waktu hujan.
  • Latihan fisik seminggu sebelum hari keberangkatan.
  • Persiapan peralatan mendaki dengan baik dan benar.
  • Dirikan tenda di tempat yang datar dan usahakan diselimuti pohon atau semak supaya tidak terkena angin gunung langsung.
  • siapakan logistik dan air yang banyak, karna selama pendakian tidak ada sumber mata air.
  • Puncak bukan tujuan pendakian, Jika ada anggota kelompok yang tidak bisa melanjutkan perjalanan sebaiknya ditemani. Atau jika sakit parah langsung beritahu dengan kelompok lain.
  • Bawa kembali sampahnya !

Salam Mdpl ....





Pengalaman Pertama Mendaki Gunung Cikuray

Gunung Cikuray Via Pemancar



Gunung cikuray, Gunung yang terletak di kabupaten garut, jawa barat. Gunung cikuray mempunyai ketinggian 2.818 meter diatas permukaan laut (Mdpl) dan merupakan gunung tertinggi keempat dijawa barat setelah gunung gede pangrango, Cikuray ini berada di kecamatan Bayongbong, Cikajang, dan Dayeuh Manggung. 

Kaki gunung cikuray dipakai untuk stasiun pemancar TV Swasta dan TVRI. Gunung cikuray mempunyai kawasan Hutan Dipterokarp bukit, Hutan Dipterokarp atas, Hutan Montane dan hutan Ericaceous. 

Pengalaman Pendakian Gunung Cikuray


Niat awal hanya mengisi waktu libur uas aja, dari pada habis uas tidak ada kegiatan, kami berniat liburan mendaki gunung. begini orang yang tidak betah dirumah, ada waktu kosong bawaanya mau jalan aja. 

Pendakian kami didukung survivor berpengalaman, yang pengalamanya tidak perlu diragukan lagi. kami sebelum memulai pendakian kami harus belajar dari pengalaman yang nanti kami harus pelajari. demi keselamatan selama pendakian . 

Meating point sebelum berangkat, ngebahas logistik dan peralatan yang mesti dibawah selama pendakian. logistik kami patungan perorang 25 ribu. 11 orang yang ikut, wanita 4, laki 7. 3 orang dibilang sudah berpengalaman, 8 orang pemula semua. termasuk saya sendiri heheh.. 

Meating point selesai, selama seminggu sebelum pendakian kami harus siapin peralatan yang mesti dibawah. karna banyak temen pendaki jadi mudah bagi saya buat minjem peralatan. 

Minjem tas carier, matras, sleeping bag, sarung tangan, sepatu gunung, headlamp, dan jas hujan poco. karna cuma pemula jadi tidak usah mikirin tenda nesting dan kompor. buat yang itu sudah diback up yang berpengalaman. jadi saya minjem buat yang pribadi aja dan bawa obat-obatan pribadi ia jangan lupa.

Tangerang - Garut


24 Januari 2014, Jam 22:00 wib kumpul di Puspem tangerang karna kami berangkat dari Pasar induk tanah tinggi. naek truck sayur bayar 25 ribu perorang, rame banget bukan hanya transaksi jual beli melaikan yang mau naek gunung juga rame, maklum musim pendaki. 

Jam setengah 1 malam baru dapet mobil, berangkat dengan cuaca yang cerah. angin dijalan yang dingin banget maklum mobil bak terbuka. dibukalah sleeping bag 1 buat selimuti cwe yang tidur. singkat sampe digarut jam 6 pagi . 

Lanjut ditawari angkot 1 orang 40ribu langsung kepemancar jarak lumayan jauh masih sekitar 1 jam baru tiba dipemancar, di kebun teh kami harus registrasi dengan biaya 10 ribu perorang. 

Kepemancar 15 menit kemudian baru tiba dipemancar. istirahat sejenak sarapan disekitar pemancar banyak warung nasi. sambil mengisi derigen yang kosong, harus banyak bawa air. digunung cikuray tidak ada sumber mata airnya, jadi harus stok air sampe perjalanan turun gunung .

Pendakian via Pemancar


Semua sudah siap saat, berdoa sebelum nanjak demi keselamatan bersama.baru mulai sudah dikasih tanjakan mantap, tanjakan cinta kebun teh. kebun teh lewat kita harus mengisi data ulang kembali, gratis tidak dipungut biaya. 

Lanjut perjalanan kami, belum masuk hutan kami dikasih kejutan. salah 1 wanita temen kami kakinya terkilir. terpaksa carier yg dibawah dia harus diback up, terpaksa dari kami ada yang bawa daypack depan dan carier dibelakang. ups keren diliatnya, tapi menderita dibawanya.

Masuk hutan baru terasa yang namanya mendaki, lelah cape tapi senang. cikuray rimbanya mantap, bikin jiwa tenang. sunyi hanya terdengar desah suara nafas. Tanjakan - Tanjakan Dahsyat seperti Tanjakan Wakwak yang hanya ada Akar sebagai pegangan dan Pijakan kaki, akar demi akar kita lalui. 


Pengalaman mendaki yg ekstrem, bagi pengalaman pertama saya. gunung cikuray trecknya menguji andrenalin deh. banyak belajar dialam kita, masih cerah cuaca siang hari. yang kita takuti kalau turun hujan, tidak hujan aja licin banget akarnya apa lagi ditambah dihujanin.

Setelah makan siang kami melanjutkan kembali perjalanan, masih panjang perjalanan kami k.puncak, tapi bukan tujuan kami sampai puncak. tujuan kami hanya 1 naek turun gunung selamat semua, tidak boleh ambisi ia naek gunung. hukum lama nanti yang berbicara !
Sore hari, sekitar jam 4 sore kabut gelap mulai meliputin perjalanan kami, mungkin petanda mau turun hujan, terpaksa kami beristirahat sejenak, karna tidak baik melanjutkan perjalan dikalah kabut tebal datang. jarak pandang terbatas. takut ada yang hilang aja kalau maksain jalan.


Menunggu Kabut Pergi

Hujan turun, kami sudah siapkan jas ujan. harus cepat sampai di puncak bayangan, yang memiliki tempat datar yg cukup buat 3 tenda. bakal susah mendirikan tenda kalau tidak sampe puncak bayangan, karna jalur aja nanjak mulu jarang banget ada tempat datarnya.

Sebagian dari kami sudah kelelahan, terpaksa mendirikan tenda dibawah puncak bayangan, sekitar 20 menit kepucak bayangan. tenda harus dipencar karna minim tempat datar. sebagian pasang tenda sebagian pasang plesit buat bikin dapur, yang wanita langsung pada masak air buat ngangetin tubuh yang dingin.

Nasib kurang bagus, padahal isi didalem carier peralatan diplastikin semua, masih aja rembes basah pakaian ganti. percuma ada cover bag , tidak membantu, tetep saja pada basah. tapi masih sedikit beruntung, jaket kering lumayan meski jaket doang. buat hangatin tubuh.

Bermalam ditengah hutan itu perasaanya campur aduk, udah gelap, becek, sunyi, serem, dingin banget pula, banyak suara - suara burung buwek. bahagia banget deh bisa merasakan hembusan angin malam dicikuray. tenang banget jiwa, biasa dikota ramai sumpek, dihutan sunyi sepi. niat pertama pengen banget ngecamp dipuncak, biar bisa melihat keindahan kota garut dari puncak cikuray.

Singkat pagi hari, yang laen mah pada atttack sumit kepuncak, kami memutuskan tidur kembali heheh.. maklum masih ngatuk. jadi hanya denger suara orang yang attack summit sekitar jam 4 pagi, giliran yang laen pada turun baru kami kepuncak jem 8 pagi, udh siang banget kan. narsis dulu dipuncak bayangan


Puncak bayangan

Sambil menyapa yang turun, kami nanya aja dapet tidak golden sunrise tadi, jawaban mereka kecewa semua , karna golden sunrise yang ditunggu-tunggu tidak keliatan alias ketutup kabut tebal. Sekitar 1 jam setengah kami sampai kepuncak cikuray, ternyata rame sekali, sempit pula dipuncak, maklum weekend jadi gunung kaya pasar rame banget.





Puncak Gunung Cikuray

Setelah 1 jam narsis dan nikmati pemandangan, kami Lanjut kembali ketenda singkat aja ia, udah siang banget cuaca. turun mah cepet banget beda kaya naek yang kebanyakan break, sampe tenda peralatan aman meski ditinggal sendri.

Niat mau langsung turun, tapi karna hujan deras terpaksa menunda turun, harus menunggu sekitar 2 jam hujan baru redah. Jam 3 baru kami turun.

Terkendala lagi jalur jadi licin sehabis dihujanin sebagian dari kami banyak yang kepleset. maklum aja akar yang sebagai pijakan kaki kami, tapi hati-hati ia, kalau kurang hati-hati bahaya banget resiko jatuh kejurang nanti.

Enakan perjalanan turun, cepet dibanding naek . perbandingan waktunya jauh. maklum lah saat naek kami bawa beban banyak, pas turun logistik sudah habis semua. hanya sisa air sebotol aja. jarak turun hanya 4 jam setengah.

Sampai dipos yang kebun teh jam 19:00. sambil lapor kepos kita mengisi perut dulu diwarung depan pos. baru sampe pemancar pada salin, yang masih ada pakaian kering pada salin, yang tidak ada tetap pakai yang kotor, kaya gembel kotor-kotor banget .

Tanah mulu dicelana n carier. Seperti saat kePemancar kami juga harus keterminal menggunakan mobil pick up harga sama saja 40 ribu perorang sampai keterminal jam 11 malam. tidak ada bus yang kejakarta terpaksa tidur diterminal malem ini, sampai akhirnya naek bus pagi hari. yang tujuan kampung rambutan, dilanjut naek mayasari sampai terminal poris plawad. kami kembali dengan selamat semua. sekian pengalaman saya mendaki gunung cikuray .